Penyakit Komplikasi Akibat Obesitas

Posted on

Waspadai Penyakit Komplikasi Akibat Obesitas – Anda tentu merasa sangat khawatir jika berat badan anda sudah melebihi batas normal atau biasa disebut dengan obesitas. Banyak dampak negatif menanti anda karena kelebihan berat badan/obesitas. Penyakit komplikasi merupakan salah satu penyakit yang paling sering menghantui para penderita obesitas. Penyakit komplikasi meliputi penyakit jantung, paru, serta ginjal. Sebelum semakin parah, sebaiknya anda segera mencari solusi dari permasalahan obesitas dan penyakit komplikasi yang anda alami. Atau. Dalam keadaan yang lebih parah, nyawa anda bisa menjadi taruhannya.

Pengertian Obesitas – Obesitas sendiri merupakan suatu kondisi dimana jaringan lemak menumpuk secara berlebih di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan tulang dan organ dalam memiliki beban berat. Lemak berlebih juga bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan serangan jantung atau pecah pembuluh darah. Jika anda tidak segera menangani obesitas yang anda alami, dalam jangka waktu tertentu hal ini bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis dan komplikasi.

Penyakit Komplikasi Akibat Obesitas

Jenis Penyakit Komplikasi Akibat Obesitas

Berikut ini beberapa penyakit yang perlu anda waspadai jika anda mengalami obesitas.

  • Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit kronis yang sering dialami penderita obesitas. Kejadian hipertensi pada obesitas terjadi sekitar 13,5% pada tahun 2014. Angka ini kemungkinan bertambah setiap tahunnya. Hipertensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti pusing berlebih, stroke bahkan pecah pembuluh darah yang pada akhirnya menyebabkan kematian.

  • Penyakit Jantung

Ada banyak penumpukan lemak di dalam tubuh penderita obesitas termasuk di sekitar jantung dan pembuluh darah. Penumpukan lemak berlebih menyebabkan penyakit jantung, dan jika terjadi penyumbatan maka kinerja jantung tidak optimal. Jika penyumbatan di pembuluh darah sudah parah, serangan jantung atau pecah pembuluh darah sulit dielakkan lagi.

  • Kanker

Obesitas juga bisa menyebabkan kanker. Hormon estrogen diproduksi secara berlebih pada tubuh yang mengalami obesitas. Hormon inilah yang kemudian menyebabkan kanker. Obesitas juga memicu perkembangan sel kanker. Beberapa jenis penyakit kanker yang mungkin diderita karena obesitas antara lain kanker rahim, kanker payudara, kanker endometrium, kanker kolorektal, kanker esophagus dan kanker ginjal.

  • Penyakit Lemak Hati

Penumpukan lemak di tubuh juga terjadi di sekitar organ dalam tubuh termasuk hati. Penumpukan lemak di hati menyebabkan organ dalam tubuh tidak bekerja secara optimal. Penyakit lemak hati disebabkan oleh alcohol, obesitas, dan gaya hidup tidak sehat.

  • Stroke

Penderita obesitas juga bisa mengalami stroke. Obesitas menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, dalam keadaan parah hipertensi menyebabkan stroke dan menyebabkan beberapa organ tubuh menjadi mati rasa. Stroke sendiri merupakan suatu kondisi dimana darah tidak diantarkan ke otak akibat penyumbatan atau pecah pembuluh darah. Darah membawa oksigen dan asupan makanan.

  • Osteoarthritis atau Sakit Persendian

Penderita obesitas biasanya sering mengalami sakit persendian. Sendi sendi di seluruh tubuh terasa kaku, sakit, bahkan bengkak. Kondisi ini akan sangat mengganggu aktifitas sehingga menurunkan produktifitas. Area yang paling sering terasa sakit adalah tangan, kaki, tulang punggung, pinggul, serta lutut. Namun tidak menutup kemungkinan bisa menyerang area persendian yang lain di tubuh.

  • Penyakit Kulit

Penyakit kulit akibat terdapat banyak lipatan di tubu juga sering dialami penderita obesitas. Karena terdapat banyak lipatan, maka kulit menjadi lembab dan area ini biasanya menjadi tempat favorit bakteri untuk berkembang pesat. Kondisi ini menyebabkan berbagai gangguan kulit yang sangat mengganggu.

  • Trigliserida tinggi

Kadar normal trigliserida adalah 150 ml/dl, penderita obesitas cenderung mengalami kelebihan trigliserida bahkan bisa mencapai hingga >500 atau dikategorikan sangat tinggi.